KARYA ILMIAH
KUNCI SUKSES DALAM BERBISNIS
Disusun oleh:
1.Adilah Rona Wijaya
(XI MIPA 3 / 01)
2. Aziz Herdiansyah (XI MIPA 3 / 04)
3. Hildanniar Fauzi (XI MIPA 3 /
14)
4. Lisa Aviana S (XI MIPA 3 / 16)
5. Ria Pebriyani (XI MIPA 3 / 25)
SMA NEGERI 5 MADIUN
Jalan Mastrip No.29
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan karya ilmiah tentang “Kunci
Sukses dalam Berbisnis” ini telah disetujui dan disahkan pada
:
Tanggal :
Oleh :
Guru
Pembimbing,
Nama
Guru Pengajar, S.Pd
NIP.
001122334455667788
KATA PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan karya ilmiah ini. Meski pun kami belum memiliki banyak pengetahuan
tentang menulis karya ilmiah
,atas bantuan dan bimbingan Ibu guru, maka hal ini dapat kami hadapi dengan
rasa optimis.
Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk
kami. Semoga kedepannya kami dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi karya ilmiah agar menjadi lebih baik
lagi.
Pada kesempatan ini kami meyampaikan ucapan terima kasih kepada
Ibu Endang dan Narasumber. Pada kesempatan karya
ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Selanjutnya kami mengharapkan saran
dan kritik dari pembaca untuk perbaikan dalam penulisan karya ilmiah ini.
Madiun, 20 Februari 2019
Penulis
ABSTRAK
Kunci Sukses dalam Berbisnis
Usia lima (5) tahun merupakan
rata-rata usia dimana banyak perusahaan kecil dan menengah mengalami kegagalan.
Penelitian ini merupakan studi fenomena kualitatif yang bertujuan menggali
faktor-faktor sukses yang berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan UKM
dalam mengurangi tingkat kegagalan (failure rate) sekaligus meningkatkan
kemampuan bertahan (survival rate) terutama dalam periode 5 tahun pertama.
Perusahaan-perusahaan yang menjadi objek investigasi merupakan perusahaan
keluarga, yakni perusahaan pedagangan dan jasa, perusahaan kontraktor dan
fabrikasi, perusahaan jasa penyuplai tenaga kerja, perusahaan Sistem Informasi
& Teknologi (IT) serta perusahaan ekspedisi dan transportasi. Paling
sedikit ada 10 faktor sukses yang berhasil
diidentifikasi dari proses membaca ini tersebut dimana
sebagian merupakan faktor sukses yang sudah teridentifikasi pada teori atau
penelitian, Dengan memahami faktor-faktor
kunci sukses tersebut, pemilik usaha setidaknya akan memiliki panduan dalam
mengurangi risiko kegagalan dan meningkatkan peluang mereka untuk sukses. Oleh karena itu, penulis ingin membuat karya ilmiah
tentang kunci sukses dalam berbisnis. Dengan demikian akan terciptalah bisnis yang sukses
berkelanjutan yang akan membawa keuntungan bagi karyawan, keluarga pengusaha,
bisnis lain, masyarakat, maupun perekonomian nasional.
Kata Kunci: Bisnis, sukses, kinerja perusahaan.
DAFTAR ISI
|
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………................. |
i |
|
HALAMAN PENGESAHAN.……………………………………………………………............ |
ii |
|
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………............... |
iii |
|
ABSTRAK…………………………………………………………………………………............ |
iv |
|
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...................……….... |
v |
|
BAB I PENDAHULUAN |
|
|
1.1
Latar Belakang………………………………………………...................………....…... |
1 |
|
1.2
Rumusan Masalah…………………………………………………….................…….... |
1 |
|
1.3
Tujuan Penelitian…………………………………………………………........…………... |
2 |
|
1.4
Manfaat Penelitian……………………………………………………………….......... |
2 |
|
BAB II LANDASAN TEORI |
|
|
2.1 Konsep Kewirausahaan......................................................................... |
3 |
|
2.2
Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah................................................... |
5 |
|
BAB III ISI |
|
|
3.1 Kunci dalam
Berbisnis..................................................................................... |
9 |
|
3.2 Kendala dalam Berbisnis dan
Solusinya.................................................. |
13 |
|
BAB IV PENUTUP |
|
|
4.1 Kesimpulan.......................................................................................... |
16 |
|
4.2
Saran.................................................................................................. |
16 |
|
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... |
17 |
|
LAMPIRAN.......................................................................................................... |
18 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pengangguran
dan kemiskinan merupakan salah satu masalah besar di Indonesia. Menurut data statistik
No 75/12/Tahun XII, tanggal 1 Desember 2009 pengangguran di Indonesia mencapai
8,96 juta orang. Menurut BPS (2010) angkatan
kerja di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 116 juta orang. Padahal jumlah lapangan pekerjaan
tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja sehingga jumlah pengangguran
setiap tahun terus bertambah yang mengakibatkan jumlah masyarakat miskin terus
meningkat.
Di Kota Madiun masalah yang dihadapi
masyarakat kecil adalah
bagaimana cara merubah taraf hidup mereka supaya lebih baik. Banyak masyarakat kecil yang hanya menggunakan
potensi diri seadanya,dengan bermodal uang dan keterampilan untuk membuka
lapangan kerja baru. Sedangkan menurut
data Badan Pusat Statistik dan
Bappeda Kota Madiun diketahui bahwa
pendapatan perkapita kota madiun adalah Rp745.000.
Sedangkan UMR di kota Madiun adalah
Rp685 000. Sehingga diketahui bahwa selisih antara pendapatan perkapita dan UMR
hanya Rp60.000. Nilai tersebut bisa
dikatakan tidak cukup layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Oleh
karena itu kami ingin mengajak masyarakat untuk berbisnis dengan memberi tahu kunci dalam berbisnis.
1.2 Rumusan
Masalah
Masalah dalam
penelitian ini adalah:
1. Apakah kunci dalam berbisnis?
2. Apa sajakah kendala dalam berbisnis?
1.3
Tujuan
penelitian
Tujuan
penulisan karya ilmiah ini adalah:
1. Untuk
mengetahui apa sajakah yang dapat dijadikan sebagai kunci kesuksesan
dalam berbisnis.
2. Untuk
mengetahui kendala dalam berbisnis.
1.4 Manfaat
penelitian
Penulisan karya ilmiah ini
diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Penulis
Memiliki wawasan dalam
melakukan suatu study literatur tentang kunci
sukses dalam berbisnis.
2. Masyarakat
Memberikan
informasi tentang alternatif masalah
pengangguran dengan motivasi-motivasi dalam berbisnis.
3. Pemerintah
Sebagai sumber informasi
untuk penyusunan ketertiban umum yang selanjutnya bisa mengarah ke meningkatnya perekonomian.
1.5 Metode Penelitian
Karya
ilmiah ini menggunakan metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan
menguraikan penjelasan tentang bisnis yang dibahas secara jelas dan
komprehensif. Biodata teoritis dalam karya ilmiah ini dikumpulkan dengan
menggunakan teknik membaca. Artinya penulis mengambil data melalui buku dan
berbagai sumber dari internet yang relevan dengan tema karya ilmiah.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1
Konsep Kewirausahaan
Sampai saat ini
konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap,
jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan
berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan
jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja
dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.
Seseorang yang
memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya.
Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan
usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Norman M. Scarborough
dan Thomas W. Zimmerer (1993:5),
Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai
kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang
dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta
memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam
dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.
Intinya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha
dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain,
wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang
tinggi dalam hidupnya.
Dari beberapa konsep
di atas menunjukkan seolah-olah kewirausahaan identik dengan kemampuan para wirausaha dalam dunia usaha
(business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan karakter wirausaha semata,
karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan
wirausaha.
Kewirausahaan
(entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha
dan ide-ide barunya. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah
di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan
berbeda agar dapat bersaing.
Menurut Zimmerer
(1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai
berikut:
·
Pengembangan teknologi baru
(developing new technology),
·
Penemuan pengetahuan baru
(discovering new knowledge),
·
Perbaikan produk (barang
dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services),
Penemuan cara-cara yang berbeda untuk
menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih
sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer
resources).
Walaupun di antara para ahli ada yang lebih
menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sebenarnya
karakter wirausaha juga dimiliki oleh
orang-orang yang berprofesi di luar
wirausaha. Karakter kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai
perubahan, pembaharuan, kemajuan dan
tantangan, apapun profesinya.
Dengan demikian, ada enam hakikat pentingnya
kewirausahaan, yaitu:
Kewirausahaan adalah
suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga
penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)
Kewirausahaan adalah
suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha
(Soeharto Prawiro, 1997)
Kewirausahaan adalah
suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda
(inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Kewirausahaan adalah
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
Kewirausahaan adalah
suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan
dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
Kewirausahaan adalah
usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber
melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Berdasarkan keenam
pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah nilai-nilai yang membentuk karakter dan
perilaku seseorang yang selalu kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan
bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan
usahanya. Meredith dalam Suprojo Pusposutardjo(1999), memberikan ciri-ciri seseorang yang memiliki karakter
wirausaha sebagai orang yang (1) percaya
diri, (2) berorientasi tugas dan hasil, (3) berani mengambil risiko, (4)
berjiwa kepemimpinan, (5) berorientasi ke depan, dan (6) keorisinalan.
Jadi, untuk menjadi
wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki
jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi
oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri
ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seperti telah dikemukakan di
atas, bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan
kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang
memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to
create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan
kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan
untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru
(creative), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity),
kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan
untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.
2.2 Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah
Pendidikan
kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai
insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pada
dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu
dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pendidikan
kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan
(konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidikan. Pendidikan
kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifikasi
jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan
kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam hal ini, program
pendidikan kewirausahaan di sekolah dapat diinternalisasikan melalui berbagai
aspek.
1. Pendidikan
Kewirausahaan Terintegrasi Dalam Seluruh Mata Pelajaran
Yang dimaksud dengan
pendidikan kewirausahaan terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah penginternalisasian
nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran sehingga hasilnya diperolehnya
kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, terbentuknya karakter wirausaha dan
pembiasaan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam tingkah laku peserta didik
sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun
di luar kelas pada semua mata pelajaran. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran,
selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang
ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik
mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan dan
menjadikannya perilaku. Langkah ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan
nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran di seluruh mata pelajaran yang
ada di sekolah. Langkah pengintegrasian ini bisa dilakukan pada saat
menyampaikan materi, melalui metode pembelajaran maupun melalui sistem
penilaian.
Prinsip pembelajaran
yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan mengusahakan agar
peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai kewirausahaan sebagai milik
mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan
mengenal pilihan, menilai pilihan, menentukan pendirian, dan selanjutnya
menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. Dengan prinsip ini, peserta
didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini
dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan
kegiatan yang terkait dengan nilai-nilai kewirausahaan.
2.
Pendidikan Kewirausahaan yang Terpadu dalam Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler
adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk
membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,
dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh
pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di
sekolah/madrasah. Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi,
bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan
peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Misi
ekstra kurikuler adalah (1) menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih
oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka;
(2) menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik
mengespresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.
3.
Pendidikan Kewirausahaan Melalui Pengembangan Diri
Pengembangan diri
merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral
dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya
pembentukan karakter termasuk karakter wirausaha dan kepribadian peserta didik
yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah
pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta
kegiatan ekstra kurikuler.
Pengembangan diri
secara khusus bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan:
bakat, minat, kreativitas, kompetensi, dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan
kehidupan keagamaan, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan
perencanaan karir, kemampuan pemecahan masalah, dan kemandirian. Pengembangan
diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan
secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh
pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua
peserta didik. Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan
pendidikan kewirausahaan dapat dilakukan melalui pengintegrasian kedalam
kegiatan sehari-hari sekolah misalnya kegiatan ‘business day’ (bazar, karya
peserta didik, dan lain-lain)
4.
Perubahan Pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan dari Teori ke Praktik
Dengan cara ini,
pembelajaran kewirausahaan diarahkan pada pencapaian tiga kompetansi yang
meliputi penanaman karakter wirausaha, pemahaman konsep dan skill, dengan bobot
yang lebih besar pada pencapaian kompetensi jiwa dan skill dibandingkan dengan
pemahaman konsep. Dalam struktur kurikulum SMA, pada mata pelajaran ekonomi ada
beberapa Kompetensi Dasar yang terkait langsung dengan pengembangan pendidikan
kewirausahaan. Mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang secara
langsung (eksplisit) mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan, dan sampai taraf
tertentu menjadikan peserta didik peduli dan menginternalisasi nilai-nilai
tersebut. Salah satu contoh model pembelajaran kewirausahaan yang mampu
menumbuhkan karakter dan perilaku wirausaha dapat dilakukan dengan cara mendirikan
kantin kejujuran, dan sebagainya.
5.
Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan ke dalam Bahan
Bahan/buku ajar
merupakan komponen pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap apa yang
sesungguhnya terjadi pada proses pembelajaran. Banyak guru yang mengajar dengan
semata-mata mengikuti urutan penyajian dan kegiatan-kegiatan pembelajaran
(task) yang telah dirancang oleh penulis buku ajar, tanpa melakukan adaptasi
yang berarti. Penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan dapat dilakukan ke
dalam bahan ajar baik dalam pemaparan materi, tugas maupun evaluasi.
6.
Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan melalui Kultur Sekolah
Budaya/kultur
sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana peserta didik berinteraksi
dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai
administrasi dengan sesamanya, dan antar anggota kelompok masyarakat sekolah.
Pengembangan
nilai-nilai dalam pendidikan kewirausahaan dalam budaya sekolah mencakup
kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga
administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan mengunakan fasilitas
sekolah, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, komitmen dan budaya
berwirausaha di lingkungan sekolah.
7. Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan
melalui Muatan Lokal
Mata pelajaran ini
memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya yang
dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Oleh karena itu mata pelajaran
muatan lokal harus memuat karakteristik budaya lokal, keterampilan, nilai-nilai
luhur budaya setempat dan mengangkat permasalahan sosial dan lingkungan yang
pada akhirnya mampu membekali peserta didik dengan keterampilan dasar (life
skill) sebagai bekal dalam kehidupan sehingga dapat menciptakan lapangan
pekerjaan.
Integrasi pendidikan
kewirausahaan di dalam mulok, hampir sama dengan integrasi pendidikan
kewirausahaan terintegrasi di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari
tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata
pelajaran. Pada tahap perencanaan ini, RPP dirancang agar muatan maupun
kegiatan pembelajarannya MULOK memfasilitasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai
kewirausahaan. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan
pendidikan kewirausahaan mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima
nilai-nilai kewirausahaan sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas
keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan,
menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan
keyakinan diri. Dengan prinsip ini peserta didik belajar melalui proses
berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk
mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang terkait
dengan nilai-nilai kewirausahaan.
BAB III
ISI
3.1
KUNCI
DALAM BERBISNIS
1. Harus percaya diri
Mulailah
untuk lebih memantapkan hati sebelum memulai bisnis. Apabila masih setengah
hati saat mulai membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan.
Alih-alih sukses, usaha yang Anda bangun justru berhenti di tengah jalan.
Percaya diri dan yakin adalah modal awal untuk membangun bisnis.
2. Tentukan model bisnis yang akan dijalankan
Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai
memikirkan model bisnis apa yang akan Anda
3. Buatlah "Visi dan Misi Bisnis"
yang jelas
Hal
terpenting saat akan memulai usaha adalah membuat rencana bisnis yang memiliki
fleksibilitas dan inovasi bisnis di dalamnya, jangan lupa sertakan "Visi
dan Misi" yang jelas usaha yang tengah Anda rintis. Visi dan misi ini
membuat bisnis Anda terukur serta terarah ingin seperti apa nantinya. Anda bisa
mulai mencari tahu informasi tren bisnis yang sedang berkembang.
4. Berpikir "Out of The Box"
Tidak
ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Sudah banyak bisnis kreatif
yang sudah booming. Nah dari sini Anda sudah harus terbiasa untuk mengasah
kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya. Ketika Anda sudah berpikir kreatif
dan melihat sebuah peluang, jangan tunggu lebih lama, langsung sikat saja!
5. Rajin membuat catatan kecil
Catatlah
semua hal penting yang Anda dapatkan. Mulai dari nasihat orang lain, masalah
dan jawaban yang sedang di hadapi, hingga tantangan-tantangan yang Anda hadapi saat
mengelola usaha Anda. Dengan harapan, bila waktunya tiba, Anda tak hanya
mewariskan sebuah perusahaan melainkan juga pengalaman Anda. Ya atau Ya??
6. Fokus pada satu bisnis dulu
Jangan
terburu-buru menggandakan keuntungan dengan memulai bisnis ke dua. Pastikan
bisnis yang Anda kelola saat ini sudah benar-benar stabil, baik dari segi
modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya. Jika bisnis pertama sudah
berjalan dengan baik, pikirkan secara perlahan namun pasti untuk membuka bisnis
kedua. Ingat! Jangan terburu-buru ya.
7. Bersiap menghadapi situasi terburuk
Nyali
besar memang diperlukan untuk menjadi pebisnis yang sukses. Namun, tidak
selamanya apa yang Anda harapkan itu terjadi dengan cepat, pastilah membutuhkan
proses dan di dalam proses tersebut bisa saja Anda terpuruk dalam keadaan. Yang
harus di lakukan adalah menganalisa dan mempersiapkan diri pada kemungkinan
terburuk yang bisa saja terjadi.
8. Jalankan bisnis yang Anda sukai
Menjalani
sesuatu sesuai dengan passion akan membuat seseorang lebih
rileks, bahkan saat sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Hal ini juga
berlaku di dalam dunia bisnis. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan
dalam mempertahankan komitmen untuk sukses
9. Terbuka terhadap kritik & evaluasi
yang membangun
Salah
satu rahasia kesuksesan adalah memanfaatkan "proses belajar". Jadilah
orang yang selalu terbuka terhadap kritik dan nasihat dari orang lain. Cobalah
untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis.
10. Terus belajar dan jangan cepat puas diri
Setiap
perjalanan bisnis pasti ada siklus "naik dan turun". Saat bisnis yang
Anda kelola sedang di atas angin, jangan cepat berpuas diri apalagi sombong.
Gunakan momentum ini untuk semakin mengakselerasi bisnis. Begitupun pada saat
bisnis Anda sedang lesu, jangan lantas putus asa. Buka hati dan jangan malu
untuk bertanya kepada orang yang lebih sukses dari Anda!bangkit.
11. Jalankan bisnis yang Anda kuasai
Bicara
bisnis tentu juga bicara keuntungan. Ada kalanya hal yang Anda sukai kurang
menguntungkan, baiknya Anda kesampingkan dulu hal yang Anda sukai dan fokus
kepada yang Anda kuasai. Pahami potensi Anda, lalu terapkan ke dalam fokus
bisnis Anda.
12. Siapkan modal bisnis
Sekarang
kita bahas faktor eksternal dalam memulai usaha. Pertama adalah modal bisnis.
Pastikan apakah modal dalam bisnis Anda berasal dari dana pribadi, hasil
patungan atau meminjam dari bank. Bila dari hasil patungan, pastikan semuanya
diatur secara jelas, hitam di atas putih. Agar nantinya tak ada yang merasa dirugikan
saat bagi hasil.
13. Selalu lihat peluang dan trend yang
berkembang
Sedikit
bocoran untuk Anda, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Indonesia
sedang menaruh perhatian besar di sektor perdagangan dunia digital. Hal ini
adalah contoh peluang bisnis yang bisa Anda manfaatkan. Anda bisa memulainya
dengan berdagang secara online, atau bahkan mendirikan perusahaan startup
berbasis digital.
14. Tentukan target pasar
Seorang
calon pengusaha yang sukses haruslah pandai menganalisa target pasar. Meski ia
memiliki produk dengan kualitas terbaik, namun, jika ia tidak memiliki pasar
yang tepat, maka penjualan produk yang dilakukan akan mengalami kesulitan.
15. Pahami kompetisi bisnis
Dunia
bisnis adalah dunia yang penuh akan kompetisi. Untuk memenangkan persaingan,
cara terbaik adalah mempelajari dan belajar dari pesaing Anda. Jangan malu
untuk mengakui keunggulan pesaing Anda, tetapi juga jangan mau kalah dari
mereka. Belajarlah dari keunggulan
16. Pilih SDM yang tepat
Sumber
daya manusia adalah salah faktor krusial apakah bisnis Anda dapat bertahan atau
tidak. Sebab tak mungkin Anda mengelola semuanya sendirian. Pastikan SDM yang
Anda pekerjakan mendatangkan manfaat. Carilah SDM yang jujur, dapat di percaya
dan loyal.
pesaing Anda, sikapi dengan positif dan cari
cara bagaimana Anda bisa menjadi lebih unggul.
17. Mental yang keras
Satu
kali pasti bisnis Anda akan mengalami penurunan, bahkan tidak jarang yang
mengalami kebangkrutan. Jika dihadapkan pada kondisi ini, jangan memutuskan
untuk berhenti. Sebab apa yang sudah dimulai sangat merugikan jika tak
diselesaikan. Semua yang Anda butuhkan sudah ada di genggaman, pengalaman.
Jadikan pengalaman sebagai modal berharga agar nantinya sukses bisa Anda raih!
18. Action
Hal
terpenting dari membangun bisnis adalah "memulai". Memang tidak
gampang, tapi langkah pertama sangat diperlukan. Sukses bukan jatuh dari
langit, ia tidak datang sendiri. Sukses didapat lewat perjalanan dan usaha tak
kenal lelah. Jadi mulai pijakkan langkah pertama Anda menuju kesuksesan. Ini
adalah elemen terpenting jika Anda ingin membangun bisnis.
19. Biasakan
Hemat
Untuk usaha yang menghasilkan suatu produk gunakan bahan
baku yang murah dan berkualitas. Konsep dasar dari seorang pebisnis adalah
pengeluaran sekecil mungkin dan pemasukan sebesar mungkin.
20. Jangan
Mudah Menyerah
Seorang pengusaha sukses pantang mengucapkan menyerah,
harus tetap semangat apapun yang terjadi.
3.2
KENDALA DALAM BERBISNIS DAN SOLUSINYA
1. Kesulitan Modal
Nah, kalau yang satu ini memang permasalahan yang sangat
klasik sekali untuk para pengusaha. Kalau usaha yang sudah jalan mungkin akan
mudah dalam mendapatkan modal dengan meminjam uang di bank, tapi berbeda dengan
usaha yang sedang akan dirintis, meminjam uang di bank akan menjadi jalan yang
sangat-sangat sulit. Tapi tenang, modal itu tidak hanya berasal dari bank saja
kok, masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh modal.
Kalau dipikir-pikir kembali, saat ini anda sendiri
mungkin juga memiliki beberapa ide dan jalan untuk memperoleh modal, iya kan?
Lalu kenapa anda tidak bertindak? Nah disinilah permasalahannya, seringkali
anda itu merasa bahwa cara memperoleh modal yang anda pikirkan, atau solusi
dari orang lain, atau cara-cara yang anda baca dibuku, cara-cara tersebut anda
anggap sebagai jalan yang sulit. Padahal kalau dipikir ulang, tidak ada cara
yang lebih mudah dari cara yang anda ketahui itu, percayalah bahwa tidak ada
yang namanya “cara super mudah” untuk memperoleh modal. Disini permasalahannya
hanya satu, anda mau bertindak atau tidak?
2. Mencari Pemasok
dan Menjual Produk
Kendala dalam berwirausaha selanjutnya berkaitan dengan
proses produksi dan menjual produk. Pernah berpikiran darimana anda akan
mendapatkan pemasok bahan baku? Seringkali, jika anda bertanya kepada pengusaha
lain tentang bagaimana mereka mendapatkan pemasok bahan baku, mereka cenderung
tidak mau menjawabnya, mereka merasa bahwa hal yang anda tanyakan itu merupakan
sebuah rahasia, dan mereka mencoba menghalangi munculnya pesaing baru. Ini
wajar, dan anda tidak perlu risau dengan masalah itu.
Mencari pemasok itu tidak sesulit yang dibayangkan.
Pertama, pemasok itu juga merupakan pengusaha, mereka juga berusaha
meningkatkan penjualannya dengan giat melakukan pemasaran, jadi anda harus
memikirkan kira-kira pemasaran seperti apa yang akan dilakukan oleh pemasok.
Saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk pemasaran, salah
satunya yang paling ngetrend adalah media internet, coba deh anda mencari
informasi pemasok melalui internet. Lalu bagaimana jika si pemasok ini tidak
mungkin atau jarang melakukan pemasaran secara modern, seperti pemasok sayuran,
sapi, ayam, dan lainnya. Biasanya pemasok seperti ini akan membentuk sebuah
komunitas untuk membangun koneksi mereka, jadi disini anda perlu menemukan
komunitas tersebut, cobalah mencari di lokasi-lokasi yang memungkinkan
komunitas tersebut terbentuk.
Kemudian hambatan lainnya dalam berwirausaha adalah
bagaimana menjual produk baru anda tersebut, penjualan sangat erat kaitannya
dengan pemasaran, jadi yang harus anda lakukan adalah memasarkan produk baru
tersebut dengan efektif dan efisien. Lalu bagaimana caranya melakukan pemasaran
yang efektif dan efisien?
3. Takut Gagal dan
Enggan Mengambil Risiko
Bagaimana akan memulai jika anda sudah takut duluan, dan
setiap usaha itu juga pasti memiliki risikonya sendiri-sendiri. Coba deh
pikirkan, usaha bisnis apa yang tidak memiliki risiko kegagalan? Semuanya
memiliki risiko kan, jika anda benar-benar ingin berwirausaha maka anda tidak
boleh selamanya berada di zona aman, anda harus melawan dan menghadapi risiko
tersebut, jangan takut gagal karena kegagalan itu benar-benar pengalaman yang
baik untuk anda. Memang sih pahit, tapi dibalik pahitnya kegagalan tersebut
akan menciptakan jalan cemerlang yang akan menuntun anda kepada sebuah
kesuksesan.
Pernah berpikir kenapa seorang pengusaha itu dipandang
sebagai seseorang yang HEBAT. Yap betul, mereka dianggap hebat karena memiliki
jiwa semangat, keberanian yang pantang takut gagal, serta berani keluar dari
zona aman mereka untuk menggapai kesuksesan yang bebas. Jika mereka bisa,
kenapa anda tidak?
4. Salah
Perencanaan dan Analisis
Sebelum anda memulai usaha, sangat-sangat dianjurkan
untuk melakukan perencanaan dan analisis usaha secara matang-matang terlebih
dahulu. Tapi seringkali pengusaha pemula itu menganggap remeh masalah ini,
mereka biasanya hanya mempertanyakan ada atau tidak peluangnya, begitu ada
peluang maka langsung direalisasikan. Iya penting juga melihat peluang itu,
tapi ingat semakin besar peluang usaha maka semakin banyak pula yang tertarik,
jadi makin banyak juga pesaingnya? Nah disini lah peran perencanaan dan
analisis, yang saya maksud dengan perencanaan dan analisis ini dari segi
keuangan karena kalau peluangnya sudah ada, ini berarti sangat potensial untuk
merintis usaha tersebut.
Pertama, untuk memulai usaha tersebut anda perlu sejumlah
modal, modal untuk membangun infrastruktur, serta dana untuk biaya modal kerja,
kemudian anda perlu memperkirakan aliran kas masuk yang dapat anda peroleh.
Sebagai contoh, untuk merintis bisnis laundry, anda membutuhkan modal
infrastruktur Rp. 15 juta, biaya modal kerja Rp. 2 juta per bulan dengan
perkiraan pendapatan Rp. 3,5 juta per bulan. Disini anda harus teliti, mulai
bulan ke berapa anda dapat menghasilkan pendapatan Rp. 3,5 juta tersebut?
Misalkan saja anda memperkirakan mulai bulan ketiga, dan anggaplah bulan
pertama dan kedua anda hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1 juta. Maka
cobalah untuk menghitung modal sebenarnya yang anda butuhkan hingga usaha anda
benar-benar dapat menghasilkan laba.
5. Terlalu Awal
Untuk Merasa Nyaman
Blunder yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula
adalah ketika usahanya sudah berjalan lancar, mereka malah mengendorkan
strategi-strategi bisnisnya. Contoh, diawal mereka gencar melakukan pemasaran, alhasil
apa yang dilakukan tersebut membuahkan hasil yang positif dan memperoleh laba
yang memuaskan. Tapi apa yang dilakukan, ketika mereka memperoleh laba yang
memuaskan tersebut mereka menganggap bahwa laba tersebut sudah dapat digunakan
untuk bersenang-senang, beli pakaian, berwisata, dan lain sebagainya. Memang
hak mereka untuk menggunakan laba tersebut, tapi jika digunakan untuk
memperkuat lini bisnis dan pengembangan, laba tersebut akan jauh lebih
bermanfaat kedepannya. Seperti pengusaha-pengusaha sukses lainnya, mereka
berani tersiksa demi mengembangkan bisnis yang dirintisnya.
6. Bisnis Yang
Tidak Sesuai Dengan Diri Sendiri
Ini berkaitan dengan teknikal dalam menjalankan
bisnisnya, dan ini merupakan salah satu hambatan dan kendala dalam berwirausaha
yang sering juga dialami oleh para pengusaha. Seringkali mereka hanya
ikut-ikutan berbisnis tanpa memperhatikan keahlian yang dimilikinya. Anda boleh
saja merintis usaha dimana anda tidak memiliki keahlian dalam memproduksi
produk tersebut (dalam hal ini anda harus merekrut karyawan atau bekerjasama
dengan pihak lain), tapi disini setidaknya anda harus memiliki keahlian dalam
manajemen, sehingga anda dapat mengelola bisnis tersebut.
7. Rasa Malas,
Kurang Semangat, dan Kurang Percaya Diri
Wah, kalau masalah ini sering sekali dialami oleh
pengusaha pemula, ketika bisnis tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan,
selalu mengalami kegagalan, mereka langsung patah semangat, kemudian malas dan
kurang percaya diri dalam berinovasi. Ini sangat berbahaya sebenarnya, ketika
anda mengalami kegagalan, disitulah anda sudah mendapatkan pengalaman yang
sangat berharga, dan pengalaman tersebut jelas dapat anda manfaatkan sebagai
bahan pelajaran untuk memperbaiki strategi-strategi anda. Seperti pepatah
mengatakan “hasil tidak pernah mengkhianati usaha”.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Sebagai
pembisnis jangan ragu untuk memulai usaha, terus belajar dan berani
mengambil peluang namun juga tetap harus tertib dalam menerapkan
kunci-kunci sukses bisnis yang telah diketahui. Jangan lupa selalu mencatat
segala hal yang telah dan sedang dilakukan, karena daya ingat kita sebagai
manusia sangat terbatas.
2. Kendala dalam berbisnis yaitu
:
1. Bingung mau usaha apa
2. Takut usaha gagal
3. Tidak ada modal usaha
4. Tidak ada tempat untuk buka usaha
5. Merasa tidak mempunyai kemampuan
berbisnis
B.
Saran
Tumbuhkan terus jiwa kreativitas Anda dengan
terus mengembangkan hal-hal yang telah diuraikan di atas. Jangan takut untuk
mencoba sesuatu yang baru. Pastikan di masa yang akan datang Anda menjadi
orang yang lebih baik dalam perkataan dan perbuatan, sukses dalam berbisnis,
hidup lebih kaya dan bahagia, sekaligus terus berinovasi.
DAFTAR PUSTAKA
https://forum-ukm.blogspot.com/2015/08/cara-mengatasi-hambatan-kendala-dalam-berwirausaha.html
http://briannewbie.blogspot.com/2015/03/karya-ilmiah-lingkungan-bisnis-sukses_6.html?m=1
https://learniseasy.com/pengertian-bisnis-tujuan-dan-jenis-jenis-bisnis.html#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar