Sabtu, 29 Agustus 2020

 

KARYA ILMIAH

KUNCI SUKSES DALAM BERBISNIS

 


 

Disusun oleh:

1.Adilah Rona Wijaya (XI MIPA 3 / 01)

2. Aziz Herdiansyah    (XI MIPA 3 / 04)

3. Hildanniar Fauzi      (XI MIPA 3 / 14)

4. Lisa Aviana S          (XI MIPA 3 / 16)

5. Ria Pebriyani          (XI MIPA 3 / 25)

 

SMA NEGERI 5 MADIUN

Jalan Mastrip No.29

TAHUN PELAJARAN 2018/2019





LEMBAR PENGESAHAN

        Laporan karya ilmiah tentang Kunci Sukses dalam Berbisnis ini telah disetujui dan disahkan pada :

 Tanggal :

 Oleh      :

 

     

Guru Pembimbing,

 

 

Nama Guru Pengajar, S.Pd

NIP. 001122334455667788





KATA PENGANTAR

 

          Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan karya ilmiah ini.  Meski pun kami belum memiliki banyak pengetahuan tentang menulis karya ilmiah ,atas bantuan dan bimbingan Ibu guru, maka hal ini dapat kami hadapi dengan rasa optimis.

          Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk kami. Semoga kedepannya kami dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi karya ilmiah agar menjadi lebih baik lagi.

Pada kesempatan ini  kami meyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Endang dan Narasumber. Pada kesempatan karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Selanjutnya kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk perbaikan dalam penulisan karya ilmiah ini.

 

 

 

Madiun, 20 Februari 2019 

 

 


                                                                                                                        Penulis         




ABSTRAK

Kunci Sukses dalam Berbisnis

Usia lima (5) tahun merupakan rata-rata usia dimana banyak perusahaan kecil dan menengah mengalami kegagalan. Penelitian ini merupakan studi fenomena kualitatif yang bertujuan menggali faktor-faktor sukses yang berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan UKM dalam mengurangi tingkat kegagalan (failure rate) sekaligus meningkatkan kemampuan bertahan (survival rate) terutama dalam periode 5 tahun pertama. Perusahaan-perusahaan yang menjadi objek investigasi merupakan perusahaan keluarga, yakni perusahaan pedagangan dan jasa, perusahaan kontraktor dan fabrikasi, perusahaan jasa penyuplai tenaga kerja, perusahaan Sistem Informasi & Teknologi (IT) serta perusahaan ekspedisi dan transportasi. Paling sedikit ada 10 faktor sukses yang berhasil diidentifikasi dari proses membaca ini tersebut dimana sebagian merupakan faktor sukses yang sudah teridentifikasi pada teori atau penelitian, Dengan memahami faktor-faktor kunci sukses tersebut, pemilik usaha setidaknya akan memiliki panduan dalam mengurangi risiko kegagalan dan meningkatkan peluang mereka untuk sukses. Oleh karena itu, penulis ingin membuat karya ilmiah tentang kunci sukses dalam berbisnis. Dengan demikian akan terciptalah bisnis yang sukses berkelanjutan yang akan membawa keuntungan bagi karyawan, keluarga pengusaha, bisnis lain, masyarakat, maupun perekonomian nasional.

Kata Kunci: Bisnis, sukses, kinerja perusahaan.





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………….................

i

HALAMAN PENGESAHAN.……………………………………………………………............

ii

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………...............

iii

ABSTRAK…………………………………………………………………………………............

iv

DAFTAR ISI………………………………………………………………………...................………....

v

BAB I PENDAHULUAN

 

         1.1 Latar Belakang………………………………………………...................……….......

1

         1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….................……....

1

         1.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………………........…………...

2

         1.4 Manfaat Penelitian………………………………………………………………..........

2

BAB II LANDASAN TEORI

 

         2.1 Konsep Kewirausahaan.........................................................................

3

         2.2  Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah...................................................

5

BAB III ISI

 

         3.1 Kunci dalam Berbisnis.....................................................................................

9

         3.2 Kendala dalam Berbisnis dan Solusinya..................................................

13

BAB IV PENUTUP

 

         4.1 Kesimpulan..........................................................................................

16

         4.2 Saran..................................................................................................

16

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................

17

LAMPIRAN..........................................................................................................

18

 

 

 

 

 

 

 


                   BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Pengangguran dan kemiskinan merupakan salah satu masalah besar di Indonesia. Menurut data statistik No 75/12/Tahun XII, tanggal 1 Desember 2009 pengangguran di Indonesia mencapai 8,96 juta orang. Menurut BPS (2010) angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 116 juta orang. Padahal jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja sehingga jumlah pengangguran setiap tahun terus bertambah yang mengakibatkan jumlah masyarakat miskin terus meningkat.

Di Kota Madiun masalah yang dihadapi masyarakat kecil adalah bagaimana cara merubah taraf hidup mereka supaya lebih baik. Banyak masyarakat kecil yang hanya menggunakan potensi diri seadanya,dengan bermodal uang dan keterampilan untuk membuka lapangan kerja baru. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik dan Bappeda Kota Madiun diketahui bahwa pendapatan perkapita kota madiun adalah Rp745.000. Sedangkan  UMR di kota Madiun  adalah Rp685 000. Sehingga diketahui bahwa selisih antara pendapatan perkapita dan UMR hanya  Rp60.000. Nilai tersebut bisa dikatakan tidak cukup layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Oleh karena itu kami ingin mengajak masyarakat untuk berbisnis dengan memberi tahu kunci dalam berbisnis.

 

1.2 Rumusan Masalah

Masalah dalam penelitian ini adalah:

1.    Apakah kunci dalam berbisnis?

2.    Apa sajakah kendala dalam berbisnis?

 

1.3 Tujuan penelitian

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah:

1.      Untuk mengetahui apa sajakah yang dapat dijadikan sebagai kunci kesuksesan dalam berbisnis.

2.      Untuk mengetahui kendala dalam berbisnis.

 

1.4 Manfaat penelitian

Penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

1.    Penulis

Memiliki wawasan dalam melakukan suatu study literatur tentang kunci sukses dalam berbisnis.

2.     Masyarakat

Memberikan informasi tentang alternatif  masalah pengangguran dengan motivasi-motivasi dalam berbisnis.

3.    Pemerintah

Sebagai sumber informasi untuk penyusunan ketertiban umum yang selanjutnya bisa mengarah ke meningkatnya perekonomian.

 

1.5 Metode Penelitian

Karya ilmiah ini menggunakan metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan penjelasan tentang bisnis yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Biodata teoritis dalam karya ilmiah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik membaca. Artinya penulis mengambil data melalui buku dan berbagai sumber dari internet yang relevan dengan tema karya ilmiah. 




BAB II

LANDASAN TEORI

 

 

2.1 Konsep Kewirausahaan

Sampai saat ini konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.

Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5), Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan. Intinya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang tinggi dalam hidupnya.

Dari beberapa konsep di atas menunjukkan seolah-olah kewirausahaan identik dengan  kemampuan para wirausaha dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu  identik dengan karakter wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan wirausaha.

Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.

 

Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:

 

·         Pengembangan teknologi baru (developing new technology),

·         Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge),

·         Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services),

Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources).

Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sebenarnya karakter  wirausaha juga dimiliki oleh orang-orang  yang berprofesi di luar wirausaha. Karakter kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan,   pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya.

Dengan demikian, ada enam hakikat pentingnya kewirausahaan, yaitu:

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)

Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.

Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)

Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)

Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Berdasarkan keenam pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah  nilai-nilai yang membentuk karakter dan perilaku seseorang yang selalu kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Meredith dalam Suprojo Pusposutardjo(1999), memberikan  ciri-ciri seseorang yang memiliki karakter wirausaha sebagai orang yang (1) percaya  diri, (2) berorientasi tugas dan hasil, (3) berani mengambil risiko, (4) berjiwa kepemimpinan, (5) berorientasi ke depan, dan (6)  keorisinalan.

Jadi, untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.

 

2.2  Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah

Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pada dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu  komunitas pendidikan. Pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam hal ini, program pendidikan kewirausahaan di sekolah dapat diinternalisasikan melalui berbagai aspek.

1. Pendidikan Kewirausahaan Terintegrasi Dalam Seluruh Mata Pelajaran

Yang dimaksud dengan pendidikan kewirausahaan terintegrasi di dalam proses  pembelajaran adalah penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran sehingga hasilnya diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, terbentuknya karakter wirausaha dan pembiasaan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan dan menjadikannya perilaku. Langkah ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran di seluruh mata pelajaran yang ada di sekolah. Langkah pengintegrasian ini bisa dilakukan pada saat menyampaikan materi, melalui metode pembelajaran maupun melalui sistem penilaian.

Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai kewirausahaan sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan, menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. Dengan prinsip ini, peserta didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan nilai-nilai kewirausahaan.

 

2.   Pendidikan Kewirausahaan yang Terpadu dalam Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Misi ekstra kurikuler adalah (1) menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka; (2) menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

3.  Pendidikan Kewirausahaan Melalui Pengembangan Diri

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan karakter termasuk karakter wirausaha dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.

Pengembangan diri secara khusus bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan: bakat, minat, kreativitas, kompetensi, dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan keagamaan, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karir, kemampuan pemecahan masalah, dan kemandirian. Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik. Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dapat dilakukan melalui pengintegrasian kedalam kegiatan sehari-hari sekolah misalnya kegiatan ‘business day’ (bazar, karya peserta didik, dan lain-lain)

4.   Perubahan Pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan dari Teori ke Praktik

Dengan cara ini, pembelajaran kewirausahaan diarahkan pada pencapaian tiga kompetansi yang meliputi penanaman karakter wirausaha, pemahaman konsep dan skill, dengan bobot yang lebih besar pada pencapaian kompetensi jiwa dan skill dibandingkan dengan pemahaman konsep. Dalam struktur kurikulum SMA, pada mata pelajaran ekonomi ada beberapa Kompetensi Dasar yang terkait langsung dengan pengembangan pendidikan kewirausahaan. Mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang secara langsung (eksplisit) mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan, dan sampai taraf tertentu menjadikan peserta didik peduli dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Salah satu contoh model pembelajaran kewirausahaan yang mampu menumbuhkan karakter dan perilaku wirausaha dapat dilakukan dengan cara mendirikan kantin kejujuran, dan sebagainya.

5.   Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan ke dalam Bahan

Bahan/buku ajar merupakan komponen pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap apa yang sesungguhnya terjadi pada proses pembelajaran. Banyak guru yang mengajar dengan semata-mata mengikuti urutan penyajian dan kegiatan-kegiatan pembelajaran (task) yang telah dirancang oleh penulis buku ajar, tanpa melakukan adaptasi yang berarti. Penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan dapat dilakukan ke dalam bahan ajar baik dalam pemaparan materi, tugas maupun evaluasi.

6.  Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan melalui Kultur Sekolah

Budaya/kultur sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antar anggota kelompok masyarakat sekolah.

Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan kewirausahaan dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan mengunakan fasilitas sekolah, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, komitmen dan budaya berwirausaha di lingkungan sekolah.

7. Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan melalui Muatan Lokal

Mata pelajaran ini memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Oleh karena itu mata pelajaran muatan lokal harus memuat karakteristik budaya lokal, keterampilan, nilai-nilai luhur budaya setempat dan mengangkat permasalahan sosial dan lingkungan yang pada akhirnya mampu membekali peserta didik dengan keterampilan dasar (life skill) sebagai bekal dalam kehidupan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Integrasi pendidikan kewirausahaan di dalam mulok, hampir sama dengan integrasi pendidikan kewirausahaan terintegrasi di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Pada tahap perencanaan ini, RPP dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajarannya MULOK memfasilitasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai kewirausahaan sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan, menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. Dengan prinsip ini peserta didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan nilai-nilai kewirausahaan.





BAB III

ISI


3.1        KUNCI DALAM BERBISNIS

1. Harus percaya diri
          Mulailah untuk lebih memantapkan hati sebelum memulai bisnis. Apabila masih setengah hati saat mulai membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan. Alih-alih sukses, usaha yang Anda bangun justru berhenti di tengah jalan. Percaya diri dan yakin adalah modal awal untuk membangun bisnis. 

2. Tentukan model bisnis yang akan dijalankan
          Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai memikirkan model bisnis apa yang akan Anda 

3. Buatlah "Visi dan Misi Bisnis" yang jelas
          Hal terpenting saat akan memulai usaha adalah membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi bisnis di dalamnya, jangan lupa sertakan "Visi dan Misi" yang jelas usaha yang tengah Anda rintis. Visi dan misi ini membuat bisnis Anda terukur serta terarah ingin seperti apa nantinya. Anda bisa mulai mencari tahu informasi tren bisnis yang sedang berkembang.

4. Berpikir "Out of The Box"
          Tidak ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Sudah banyak bisnis kreatif yang sudah booming. Nah dari sini Anda sudah harus terbiasa untuk mengasah kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya. Ketika Anda sudah berpikir kreatif dan melihat sebuah peluang, jangan tunggu lebih lama, langsung sikat saja!

5. Rajin membuat catatan kecil
          Catatlah semua hal penting yang Anda dapatkan. Mulai dari nasihat orang lain, masalah dan jawaban yang sedang di hadapi, hingga tantangan-tantangan yang Anda hadapi saat mengelola usaha Anda. Dengan harapan, bila waktunya tiba, Anda tak hanya mewariskan sebuah perusahaan melainkan juga pengalaman Anda. Ya atau Ya?? 

6. Fokus pada satu bisnis dulu
          Jangan terburu-buru menggandakan keuntungan dengan memulai bisnis ke dua. Pastikan bisnis yang Anda kelola saat ini sudah benar-benar stabil, baik dari segi modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya. Jika bisnis pertama sudah berjalan dengan baik, pikirkan secara perlahan namun pasti untuk membuka bisnis kedua. Ingat! Jangan terburu-buru ya.

7. Bersiap menghadapi situasi terburuk
          Nyali besar memang diperlukan untuk menjadi pebisnis yang sukses. Namun, tidak selamanya apa yang Anda harapkan itu terjadi dengan cepat, pastilah membutuhkan proses dan di dalam proses tersebut bisa saja Anda terpuruk dalam keadaan. Yang harus di lakukan adalah menganalisa dan mempersiapkan diri pada kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

8. Jalankan bisnis yang Anda sukai
          Menjalani sesuatu sesuai dengan passion akan membuat seseorang lebih rileks, bahkan saat sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Hal ini juga berlaku di dalam dunia bisnis. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan dalam mempertahankan komitmen untuk sukses 

9. Terbuka terhadap kritik & evaluasi yang membangun
          Salah satu rahasia kesuksesan adalah memanfaatkan "proses belajar". Jadilah orang yang selalu terbuka terhadap kritik dan nasihat dari orang lain. Cobalah untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis.

10. Terus belajar dan jangan cepat puas diri
          Setiap perjalanan bisnis pasti ada siklus "naik dan turun". Saat bisnis yang Anda kelola sedang di atas angin, jangan cepat berpuas diri apalagi sombong. Gunakan momentum ini untuk semakin mengakselerasi bisnis. Begitupun pada saat bisnis Anda sedang lesu, jangan lantas putus asa. Buka hati dan jangan malu untuk bertanya kepada orang yang lebih sukses dari Anda!bangkit.

11. Jalankan bisnis yang Anda kuasai
          Bicara bisnis tentu juga bicara keuntungan. Ada kalanya hal yang Anda sukai kurang menguntungkan, baiknya Anda kesampingkan dulu hal yang Anda sukai dan fokus kepada yang Anda kuasai. Pahami potensi Anda, lalu terapkan ke dalam fokus bisnis Anda.

12. Siapkan modal bisnis
          Sekarang kita bahas faktor eksternal dalam memulai usaha. Pertama adalah modal bisnis. Pastikan apakah modal dalam bisnis Anda berasal dari dana pribadi, hasil patungan atau meminjam dari bank. Bila dari hasil patungan, pastikan semuanya diatur secara jelas, hitam di atas putih. Agar nantinya tak ada yang merasa dirugikan saat bagi hasil.

13. Selalu lihat peluang dan trend yang berkembang
          Sedikit bocoran untuk Anda, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Indonesia sedang menaruh perhatian besar di sektor perdagangan dunia digital. Hal ini adalah contoh peluang bisnis yang bisa Anda manfaatkan. Anda bisa memulainya dengan berdagang secara online, atau bahkan mendirikan perusahaan startup berbasis digital.

14. Tentukan target pasar
          Seorang calon pengusaha yang sukses haruslah pandai menganalisa target pasar. Meski ia memiliki produk dengan kualitas terbaik, namun, jika ia tidak memiliki pasar yang tepat, maka penjualan produk yang dilakukan akan mengalami kesulitan.

15. Pahami kompetisi bisnis
          Dunia bisnis adalah dunia yang penuh akan kompetisi. Untuk memenangkan persaingan, cara terbaik adalah mempelajari dan belajar dari pesaing Anda. Jangan malu untuk mengakui keunggulan pesaing Anda, tetapi juga jangan mau kalah dari mereka. Belajarlah dari keunggulan 

16. Pilih SDM yang tepat
          Sumber daya manusia adalah salah faktor krusial apakah bisnis Anda dapat bertahan atau tidak. Sebab tak mungkin Anda mengelola semuanya sendirian. Pastikan SDM yang Anda pekerjakan mendatangkan manfaat. Carilah SDM yang jujur, dapat di percaya dan loyal.
pesaing Anda, sikapi dengan positif dan cari cara bagaimana Anda bisa menjadi lebih unggul.

17. Mental yang keras
          Satu kali pasti bisnis Anda akan mengalami penurunan, bahkan tidak jarang yang mengalami kebangkrutan. Jika dihadapkan pada kondisi ini, jangan memutuskan untuk berhenti. Sebab apa yang sudah dimulai sangat merugikan jika tak diselesaikan. Semua yang Anda butuhkan sudah ada di genggaman, pengalaman. Jadikan pengalaman sebagai modal berharga agar nantinya sukses bisa Anda raih!

18. Action
          Hal terpenting dari membangun bisnis adalah "memulai". Memang tidak gampang, tapi langkah pertama sangat diperlukan. Sukses bukan jatuh dari langit, ia tidak datang sendiri. Sukses didapat lewat perjalanan dan usaha tak kenal lelah. Jadi mulai pijakkan langkah pertama Anda menuju kesuksesan. Ini adalah elemen terpenting jika Anda ingin membangun bisnis.

 

19. Biasakan Hemat

Untuk usaha yang menghasilkan suatu produk gunakan bahan baku yang murah dan berkualitas. Konsep dasar dari seorang pebisnis adalah pengeluaran sekecil mungkin dan pemasukan sebesar mungkin.

 

20. Jangan Mudah Menyerah

Seorang pengusaha sukses pantang mengucapkan menyerah, harus tetap semangat apapun yang terjadi.

 

3.2        KENDALA DALAM BERBISNIS DAN SOLUSINYA

1.   Kesulitan Modal

Nah, kalau yang satu ini memang permasalahan yang sangat klasik sekali untuk para pengusaha. Kalau usaha yang sudah jalan mungkin akan mudah dalam mendapatkan modal dengan meminjam uang di bank, tapi berbeda dengan usaha yang sedang akan dirintis, meminjam uang di bank akan menjadi jalan yang sangat-sangat sulit. Tapi tenang, modal itu tidak hanya berasal dari bank saja kok, masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh modal.

 

Kalau dipikir-pikir kembali, saat ini anda sendiri mungkin juga memiliki beberapa ide dan jalan untuk memperoleh modal, iya kan? Lalu kenapa anda tidak bertindak? Nah disinilah permasalahannya, seringkali anda itu merasa bahwa cara memperoleh modal yang anda pikirkan, atau solusi dari orang lain, atau cara-cara yang anda baca dibuku, cara-cara tersebut anda anggap sebagai jalan yang sulit. Padahal kalau dipikir ulang, tidak ada cara yang lebih mudah dari cara yang anda ketahui itu, percayalah bahwa tidak ada yang namanya “cara super mudah” untuk memperoleh modal. Disini permasalahannya hanya satu, anda mau bertindak atau tidak?

 

2.   Mencari Pemasok dan Menjual Produk

Kendala dalam berwirausaha selanjutnya berkaitan dengan proses produksi dan menjual produk. Pernah berpikiran darimana anda akan mendapatkan pemasok bahan baku? Seringkali, jika anda bertanya kepada pengusaha lain tentang bagaimana mereka mendapatkan pemasok bahan baku, mereka cenderung tidak mau menjawabnya, mereka merasa bahwa hal yang anda tanyakan itu merupakan sebuah rahasia, dan mereka mencoba menghalangi munculnya pesaing baru. Ini wajar, dan anda tidak perlu risau dengan masalah itu.

 

Mencari pemasok itu tidak sesulit yang dibayangkan. Pertama, pemasok itu juga merupakan pengusaha, mereka juga berusaha meningkatkan penjualannya dengan giat melakukan pemasaran, jadi anda harus memikirkan kira-kira pemasaran seperti apa yang akan dilakukan oleh pemasok. Saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk pemasaran, salah satunya yang paling ngetrend adalah media internet, coba deh anda mencari informasi pemasok melalui internet. Lalu bagaimana jika si pemasok ini tidak mungkin atau jarang melakukan pemasaran secara modern, seperti pemasok sayuran, sapi, ayam, dan lainnya. Biasanya pemasok seperti ini akan membentuk sebuah komunitas untuk membangun koneksi mereka, jadi disini anda perlu menemukan komunitas tersebut, cobalah mencari di lokasi-lokasi yang memungkinkan komunitas tersebut terbentuk.

 

Kemudian hambatan lainnya dalam berwirausaha adalah bagaimana menjual produk baru anda tersebut, penjualan sangat erat kaitannya dengan pemasaran, jadi yang harus anda lakukan adalah memasarkan produk baru tersebut dengan efektif dan efisien. Lalu bagaimana caranya melakukan pemasaran yang efektif dan efisien?

 

3.   Takut Gagal dan Enggan Mengambil Risiko

Bagaimana akan memulai jika anda sudah takut duluan, dan setiap usaha itu juga pasti memiliki risikonya sendiri-sendiri. Coba deh pikirkan, usaha bisnis apa yang tidak memiliki risiko kegagalan? Semuanya memiliki risiko kan, jika anda benar-benar ingin berwirausaha maka anda tidak boleh selamanya berada di zona aman, anda harus melawan dan menghadapi risiko tersebut, jangan takut gagal karena kegagalan itu benar-benar pengalaman yang baik untuk anda. Memang sih pahit, tapi dibalik pahitnya kegagalan tersebut akan menciptakan jalan cemerlang yang akan menuntun anda kepada sebuah kesuksesan.

 

Pernah berpikir kenapa seorang pengusaha itu dipandang sebagai seseorang yang HEBAT. Yap betul, mereka dianggap hebat karena memiliki jiwa semangat, keberanian yang pantang takut gagal, serta berani keluar dari zona aman mereka untuk menggapai kesuksesan yang bebas. Jika mereka bisa, kenapa anda tidak?

 

4.   Salah Perencanaan dan Analisis

Sebelum anda memulai usaha, sangat-sangat dianjurkan untuk melakukan perencanaan dan analisis usaha secara matang-matang terlebih dahulu. Tapi seringkali pengusaha pemula itu menganggap remeh masalah ini, mereka biasanya hanya mempertanyakan ada atau tidak peluangnya, begitu ada peluang maka langsung direalisasikan. Iya penting juga melihat peluang itu, tapi ingat semakin besar peluang usaha maka semakin banyak pula yang tertarik, jadi makin banyak juga pesaingnya? Nah disini lah peran perencanaan dan analisis, yang saya maksud dengan perencanaan dan analisis ini dari segi keuangan karena kalau peluangnya sudah ada, ini berarti sangat potensial untuk merintis usaha tersebut.

 

Pertama, untuk memulai usaha tersebut anda perlu sejumlah modal, modal untuk membangun infrastruktur, serta dana untuk biaya modal kerja, kemudian anda perlu memperkirakan aliran kas masuk yang dapat anda peroleh. Sebagai contoh, untuk merintis bisnis laundry, anda membutuhkan modal infrastruktur Rp. 15 juta, biaya modal kerja Rp. 2 juta per bulan dengan perkiraan pendapatan Rp. 3,5 juta per bulan. Disini anda harus teliti, mulai bulan ke berapa anda dapat menghasilkan pendapatan Rp. 3,5 juta tersebut? Misalkan saja anda memperkirakan mulai bulan ketiga, dan anggaplah bulan pertama dan kedua anda hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1 juta. Maka cobalah untuk menghitung modal sebenarnya yang anda butuhkan hingga usaha anda benar-benar dapat menghasilkan laba.

 

5.   Terlalu Awal Untuk Merasa Nyaman

Blunder yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula adalah ketika usahanya sudah berjalan lancar, mereka malah mengendorkan strategi-strategi bisnisnya. Contoh, diawal mereka gencar melakukan pemasaran, alhasil apa yang dilakukan tersebut membuahkan hasil yang positif dan memperoleh laba yang memuaskan. Tapi apa yang dilakukan, ketika mereka memperoleh laba yang memuaskan tersebut mereka menganggap bahwa laba tersebut sudah dapat digunakan untuk bersenang-senang, beli pakaian, berwisata, dan lain sebagainya. Memang hak mereka untuk menggunakan laba tersebut, tapi jika digunakan untuk memperkuat lini bisnis dan pengembangan, laba tersebut akan jauh lebih bermanfaat kedepannya. Seperti pengusaha-pengusaha sukses lainnya, mereka berani tersiksa demi mengembangkan bisnis yang dirintisnya.

 

6.   Bisnis Yang Tidak Sesuai Dengan Diri Sendiri

Ini berkaitan dengan teknikal dalam menjalankan bisnisnya, dan ini merupakan salah satu hambatan dan kendala dalam berwirausaha yang sering juga dialami oleh para pengusaha. Seringkali mereka hanya ikut-ikutan berbisnis tanpa memperhatikan keahlian yang dimilikinya. Anda boleh saja merintis usaha dimana anda tidak memiliki keahlian dalam memproduksi produk tersebut (dalam hal ini anda harus merekrut karyawan atau bekerjasama dengan pihak lain), tapi disini setidaknya anda harus memiliki keahlian dalam manajemen, sehingga anda dapat mengelola bisnis tersebut.

 

7.   Rasa Malas, Kurang Semangat, dan Kurang Percaya Diri

Wah, kalau masalah ini sering sekali dialami oleh pengusaha pemula, ketika bisnis tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan, selalu mengalami kegagalan, mereka langsung patah semangat, kemudian malas dan kurang percaya diri dalam berinovasi. Ini sangat berbahaya sebenarnya, ketika anda mengalami kegagalan, disitulah anda sudah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, dan pengalaman tersebut jelas dapat anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran untuk memperbaiki strategi-strategi anda. Seperti pepatah mengatakan “hasil tidak pernah mengkhianati usaha”.

 






               BAB IV

            PENUTUP

    

A. Kesimpulan

1.    Sebagai pembisnis jangan ragu untuk memulai usaha, terus belajar dan berani mengambil peluang namun juga tetap harus tertib dalam menerapkan kunci-kunci sukses bisnis yang telah diketahui. Jangan lupa selalu mencatat segala hal yang telah dan sedang dilakukan, karena daya ingat kita sebagai manusia sangat terbatas.

2.    Kendala dalam berbisnis yaitu :

1. Bingung mau usaha apa

2. Takut usaha gagal

3. Tidak ada modal usaha

4. Tidak ada tempat untuk buka usaha

5. Merasa tidak mempunyai kemampuan berbisnis

 

B. Saran

    Tumbuhkan terus jiwa kreativitas Anda dengan terus mengembangkan hal-hal yang telah diuraikan di atas. Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Pastikan di masa yang akan datang Anda menjadi orang yang lebih baik dalam perkataan dan perbuatan, sukses dalam berbisnis, hidup lebih kaya dan bahagia, sekaligus terus berinovasi. 






DAFTAR PUSTAKA

https://forum-ukm.blogspot.com/2015/08/cara-mengatasi-hambatan-kendala-dalam-berwirausaha.html

http://briannewbie.blogspot.com/2015/03/karya-ilmiah-lingkungan-bisnis-sukses_6.html?m=1

https://learniseasy.com/pengertian-bisnis-tujuan-dan-jenis-jenis-bisnis.html#

 










 

         

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  KARYA ILMIAH KUNCI SUKSES DALAM BERBISNIS     Disusun oleh: 1. Adilah Rona Wijaya (XI MIPA 3 / 01) 2. Aziz Herdiansyah    ...